Wednesday, November 26 0 Comments

"Kapas" -- Sebuah Puisi (dengan Video Ilustrasi)

Pada tugas individu mata kuliah Kreativitas, yang mana tugasnya adalah setiap individu harus menghasilkan sebuah karya atau produk kreatif, saya memutuskan untuk membuat sebuah puisi dengan video ilustrasi. Awalnya saya ingin membuat sebuah barang yang bisa dipajang atau dipakai, namun saya lebih tertarik untuk membuat sesuatu dengan memanfaatkan media komputer atau PC. Saya mempunyai passion terhadap puisi. Lalu saya memikirkan bagaimana caranya puisi yang saya ciptakan bisa didengar dan dinikmati. Saya merasa mungkin puisi yang dibacakan akan lebih menarik jika ditambahkan dengan video ilustrasi, dan di dalam benak saya, ilustrasi tersebut berbentuk animasi. Yang menjadi kendala adalah membuat ilustrasi berupa animasi tidaklah mudah, bagian ini biasanya dikuasai oleh orang dengan kemampuan desain grafis. Maka saya mencari alternatif dan menemukan aplikasi yang bisa mewakili untuk membuat ilustrasi berupa animasi. Awalnya saya kira pengerjaannya akan sangat mudah dan simpel, ternyata tidak semudah yang saya bayangkan. Namun tetap, saya sangat terbantu dengan aplikasi-aplikasi ini dan ini membuat kreativitas saya menjadi tertantang.
Saya menggunakan beberapa aplikasi untuk membuat karya ini, di antaranya Videoscribe, soundcloud, movie maker, mp3cutter, videoenhancher, dan beberapa aplikasi lainnya. Adapun proses membuat puisi dengan video ilustrasi ini adalah sebagai berikut:
1. Membuat puisi. Puisi ini berjudul “Kapas” yang bercerita tentang mendambakan seseorang.
2. Memilih backsound untuk puisi. Saya mempunyai beberapa koleksi lagu yang menurut saya pas untuk menjadi backsound, lalu saya mencari versi instrumentalnya.
3. Merekam puisi dengan media Soundcloud, yang mana ini biasa saya lakukan untuk merekam dan meng-upload puisi saya. (Maaf sekalian promosi).
4. Membuat video animasi dengan Videoscribe.
5. Mengedit video dengan Movie Maker, termasuk menggabungkan puisi dengan videonya.
Lalu jadilah puisi “Kapas” dengan video ilustrasi.



                                                                   "Kapas"
Friday, October 24 0 Comments

Konsep Peforma Kreativitas Kelompok 7

Cynthia Halim (11-044)

Dalam rangka menyelesaikan tugas akhir mata kuliah Kreativitas, kami dari kelompok 7 (tujuh) ingin menampilkan sesuatu yang mungkin bisa menghibur dan sama-sama kita nikmati. Ide ini muncul karena maraknya internet sekarang ini, sehingga orang-orang dengan mudah berbagi dan memperlihatkan karyanya kepada orang banyak.
Kami memaparkan rancangan kami dengan mengaitkannya kepada teori 4P. Awalnya, masing-masing dari kami mempunyai ide yang berbeda-beda, ini karena masing-masing kami mempunyai bakat dan interest yang berbeda-beda. Kami ingin membuat karya berupa seni rupa, lalu sebuah karya yang hasilnya bisa dipakai atau digunakan. Namun karena memikirkan bagaimana proses membuat karyanya serta peran dari masing-masing individu, kami memikirkan sesuatu yang kiranya mungkin kami ciptakan bersama. Lalu muncul ide tentang membuat sebuah video yang bisa memperlihatkan kreativitas dan menghibur. Menurut kami, membuat video ini mungkin dilaksanakan karena dorongan dari dalam diri kami dan lingkungan yang sepertinya mendukung. Selain itu, kami ingin menampilkan sesuatu yang berbeda, yang mana kami semua menampilkan diri kami dan memperlihatkan perilaku kreatif, serta bebas berekspresi. Kami mendiskusikan tema dari video yang kami buat, lalu kami sepakat video ini berisi tentang bakat, berhubung dengan ini adalah tugas mata kuliah Kreativitas. Lalu kami bergerak ke bagaimana isi video ini, bagaimana kami akan membuatnya dan bagaimana video ini akan dapat menghibur. Akhirnya kami mendapatkan sebuah konsep mengenai produk yang akan kami hasilkan.
Judul                           : How Talented People Show Off Their Talent On Daily Routines
Alat dan Bahan           : Kamera dan Laptop
Setting                         : Random
Konsep                         : Kami akan menampilkan sebuah video berdurasi sekitar tiga sampai lima menit (atau lebih) mengenai orang yang melakukan aktivitas sehari-hari lalu membandingkannya dengan orang yang ‘pamer’ bakatnya dalam melakukan aktivitas sehari-hari juga. Adapun pemeran dalam video ini adalah kami sendiri dan mungkin akan dibantu oleh beberapa orang di luar anggota kelompok, sebagai figuran. Kami akan memakai beberapa setting lokasi untuk pengambilan gambar. Adapun mulai dari pengambilan gambar sampai sampai dengan editing video akan dilakukan oleh kami sendiri.

Demikian kami paparkan konsep tugas akhir mata kuliah Kreativitas kami, semoga membantu teman-teman mendapat gambaran akan hasil produk kami nanti.


Wednesday, June 27 0 Comments

Did You Cry After Watching This?

Ini ada video yang cuma berdurasi sekitar 3 menit tapi sukses membuat mata berkaca-kaca. Enjoy :)


Saturday, June 9 0 Comments

Tugas Mini Proyek


Strategi Tentor Dalam Mengajar Les

Mata Kuliah                   : Psikologi Pendidikan
Tugas                           : Tugas Mini Proyek 2011/2012
Topik Bahasan              : Dinamika Mengajar Pengajar yang Bukan Profesional
Tempat Penelitian          : BT/BS Bima Jl. Bantam No. 6A Medan

 Anggota :
Icfadila Hanisa Lubis     (111301022)




 Universitas Sumatera Utara
Fakultas Psikologi
2012


KATA PENGANTAR
            Puji dan syukur kami ucapkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat serta hidayah-Nya, sehingga penyusunan laporan mengenai Strategi Tentor Dalam Mengajar Les ini dapat terselesaikan dengan baik.
            Adapun penyusunan laporan ini berdasarkan data-data yang kami peroleh dari hasil survey yang telah dilakukan dan teori-teori pendukung.
            Kami menyadari bahwa dalam penyusunan laporan ini tidak lepas dari dukungan beberapa pihak, oleh karena itu pada kesempatan ini kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada:
1.      Ibu Filia Dina Anggaraeni, M.Pd selaku dosen mata kuliah Psikologi Pendidikan yang telah membimbing kami dalam melakukan survey ini.
2.      Orang tua kami yang telah memberikan dukungan moral dan materil.
3.         Teman-teman seangkatan yang telah banyak membantu.
4.         Responden-responden yang telah banyak membantu.
Kami menyadari sepenuhnya bahwa dalam penyusunan laporan ini masih banyak kekurangan karena keterbatasan pengetahuan dan kemampuan, untuk itu kritik dan saran yang membangun dari pembaca sangat diharapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Demikian kata pengantar ini kami buat, semoga dapat bermanfaat khususnya bagi kami dan pembaca pada umumnya.


BAB I
PERENCANAAN

1.1 Pendahuluan
Seperti yang telah kita ketahui, selain sekolah tempat les merupakan sarana untuk melaksanakan proses belajar mengajar. Tetapi perbedaannya, jika sekolah kita berada di suatu lembaga yang mengeluarkan ijazah yang sudah diatur oleh negara. Sedangkan jika di tempat les kita tidak mendapat ijazah yang sudah diatur oleh negara. Dan juga di sekolah kita diajar dan dididik oleh pengajar yang memiliki ijazah resmi yang sesuai dengan bidang mengajarnya. Seperti di sekolah-sekolah milik pemerintah, guru harus memiliki ijazah keguruan yang sesuai dengan bidangnya. Sedangkan di tempat les pengajar tidak harus memiliki ijazah keguruan. Seperti ada pengajar Fisika yang lulusan Fakultas Teknik, bahkan di beberapa tempat les ada pengajar yang belum selesai studinya dan belum memiliki ijazah.

Sesuai dengan buku (Santrock, J.W. 2008. Psikologi Pendidikan) mengenai strategi pengajaran. Di dalamnya terdapat Kontruktivisme yang menekankan agar individu secara aktif menyusun dan membangun (to construct) pengetahuan dan pemahaman. Menurut pandangan kontruktivis, guru bukan sekadar memberi informasi ke pikiran anak, akan tetapi guru harus mendorong anak untuk mengeksplorasi dunia mereka, menemukan pengetahuan, merenung, dan berfikir secara kritis (Brooks & Brooks, 2001).

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui startegi mengajar guru atau tentor di tempat les atau bimbingan belajar. Untuk itu kami mengunjungi BT/BS Bima sebagai tempat untuk melaksanakan penelitian ini. Kami memberikan kuisioner kepada 12 orang tentor sebagai partisipan.
  
1.2 Landasan Teori
Strategi belajar mengajar, menurut J.R. David dalam Teaching Strategies for College Class Room (1976) ialah aplan, method, or series of activities designe to achicves a particular educational goal (P3G, 1980). Menurut pengertian ini strategi belajar mengajar meliputi rencana, metode dan perangkat kegiatan yang direncanakan untuk mencapai tujuan pengajaran tertentu. Untuk melaksanakan strategi tertentu diperlukan seperangkat metode pengajaran. Strategi dapat diartikan sebagai aplan of operation achieving something “Rencana Kegiatan Untuk Mencapai Sesuatu”. Sedangkan metode ialah a way in achieving something “Cara Untuk Mencapai Sesuatu”. Untuk melaksanakan suatu strategi digunakan seperangkat metode pengajaran tertentu. Dalam pengertian demikian maka metode pengajaran menjadi salah satu unsur dalam strategi belajar mengajar. Unsur seperti sumber belajar, kemampuan guru dan siswa, media pendidikan, materi pengajaran, organisasi adalah: waktu tersedia, kondisi kelas dan lingkungan merupakan unsur-unsur yang mendukung strategi belajar mengajar.

1.2.1 Komponen Strategi Belajar Mengajar
1.      Tujuan pengajaran
Tujuan pengajaran merupakan acuan yang dipertimbangkan untuk memilih strategi belajar mengajar.
2.      Guru
Masing-masing guru berbeda dalam pengalaman, pengetahuan, kemampuan aran, gaya mengajar, pandangan hidup dan wawasan. Perbedaan ini mengakibatkan adanya perbedaan dalam pemilihan strategi belajar mengajar yang digunakan dalam program pengajaran.
3.      Peserta didik
Dalam kegiatan belajar mengajar peserta didik mempunyai latarbelakang yang berbeda-beda, hal ini perlu dipertimbangkan dalam menyusun strategi belajar mengajar yang tepat.
4.      Materi pelajaran
Materi pelajaran dapat dibedakan antara materi formal (isi pelajaran dalam buku teks resmi/buku paket di sekolah) dan materi informal (bahan-bahan pelajaran yang bersumber dari lingkungan sekolah).
5.      Metode pengajaran
Ada berbagai metode pengajaran yang perlu dipertimbangkan dalam strategi belajar mengajar.
6.      Media pengajaran
Keberhasilan program belajar mengajar tidak tergantung dari canggih atau tidaknya media yang digunakan, tetapi dari ketepatan dan keefektifan media yang digunakan.
7.      Faktor administrasi dan finansial
Terdiri dari jadwal pelajaran, kondisi gedung dan ruang belajar.

1.2.2 Jenis-Jenis Strategi Belajar Mengajar
Dalam hal ini dikenal tiga macam strategi belajar mengajar yaitu:
1.      Strategi belajar mengajar yang berpusat pada guru.
1.      Strategi belajar mengajar yang berpusat pada peserta didik.
2.      Strategi belajar mengajar yang berpusat pada materi pengajaran.
Dilihat dari kegiatan pengolahan pesan atau materi, maka strategi belajar mengajar dibedakan dalam dua jenis, yaitu:
1.      Strategi belajar mengajar ekspositori dimana guru mengolah secara tuntas pesan/materi sebelum disampaikan di kelas sehingga peserta didik tinggal menerima saja.
2.      Strategi belajar mengajar heuristik atau kuriorstik, dimana peserta didik mengolah sendiri pesan/materi dengan pengarahan dari guru.
Strategi belajar mengajar dilihat dari cara pengolahan atau memproses pesan atau materi dibedakan dalam dua jenis yaitu:
1.      Strategi belajar mengajar deduksi yaitu pesan diolah mulai dari umum menuju kepada yang khusus, dari hal-hal yang abstrak kepada hal-hal yang konkrit.
2.      Strategi belajar mengajar induksi yaitu pengolahan pesan yang dimulai dari hal-hal yang khusus menuju ke hal-hal umum, dari peristiwa-peristiwa yang bersifat induvidual menuju ke generalisasi.

1.3 Alat atau Bahan
·      Surat Izin.
·      Lembar wawancara 12 lembar.
·      Alat-alat tulis.
·      Kamera untuk dokumentasi.
·      Reward = Stabilo.
1.4 Analisis Data
Untuk menganalisis data kami mengajukan pertanyaan dalam bentuk kuisioner kepada beberapa tentor. Kami memilih BT/BS BIMA untuk mengisi kuisioner tersebut. Kuisioner tersebut kami berikan kepada 12 orang tentor di BT/BS BIMA. Dengan demikian, kami dapat menganalisis data dari data yang kami dapatkan dari kuisioner yang kami ajukan. Dengan data tersebut kami dapat menganalisis untuk mengetahui strategi tentor dalam mengajar. Apakah menggunakan strategi yang sama atau berbeda. Yang pada akhirnya kami dapat menyimpulkan data tersebut melalui analisis data ini.
1.5 Objek atau Subjek
Subjek : Strategi Tentor Dalam Mengajar Les
Objek  : 12 orang tentor BT/BS BIMA

Yaitu 3 tentor Bahasa Indonesia, 2 tentor Bahasa Inggris, 3 tentor Matematika, 1 tentor Biologi, 1 tentor Kimia, 1 tentor geografi, dan 1 tentor Sejarah dan Sosiologi.

1.6 Jadwal Pelaksanaan

No.
Tanggal
Kegiatan
1.
Senin, 14 Mei 2012
Mendiskusikan dan menentukan tema dan judul.
2.
Senin, 21 Mei 2012
Mulai membahas tema dan judul untuk membuat perecanaan.
3.
Selasa, 29 Mei 2012
Koordinasi dengan BT/BS BIMA.
4.
Rabu, 30 Mei 2012
Membuat Surat Izin.
5.
Sabtu, 2 Juni 2012
Membahas dan merencanakan ulang, membuat kuisioner.
6.
Senin, 4 Juni 2012
Perencanaan desain poster.
7.
Rabu, 6 Juni 2012
Koordinasi ulang dengan BT/BS BIMA.
8.
Kamis, 7 Juni 2012
Pengisian kuisioner oleh 12 Tentor di BT/BS BIMA. Analisis data dan mendesain poster.
9.
Jum’at, 8 Juni 2012
Kesimpulan dan evaluasi.
10.
Sabtu, 9 Juni 2012
Memposting di blog.

1.7 Kalkulasi Biaya

Biaya ngeprint lembar kuisioner = Rp 1.500,00
Biaya fotocopy lembar kuisioner = Rp 1.200,00
Biaya pembelian reward              = @2.000 x 12 = Rp 24.000,00
  

BAB II
PELAKSANAAN
Pengambilan data dilaksanakan pada hari Kamis, 7 Juni 2012. Setelah selesai kuliah hari kamis, kami langsung menuju ke BT/BS BIMA. Sesampainya disana kami menuju ruang kantor untuk meminta izin. Setelah berkoordinasi akhirnya kami diberikan waktu untuk mengambil data dari para tentor. Karena hari sebelumnya kami sudah mengkoordinasikannya. Surat izin kami serahkan kepada pusat informasi untuk diserahkan ke pimpinan BT/BS BIMA. Pada hari sebelum kami melaksanakan pengambilan data. Bapak Pimpinan yaitu Bapak dr. Robert Valentino Tarigan, S.Pd sangat menyambut kami dengan baik dan ramah.
Kami menuju ruangan para tentor untuk membagikan kuisioner. Kami membagikannya kepada 12 orang tentor yaitu, 3 tentor Bahasa Indonesia, 2 tentor Bahasa Inggris, 3 tentor Matematika, 1 tentor Biologi, 1 tentor Kimia, 1 tentor geografi, dan 1 tentor Sejarah dan Sosiologi. Setelah menunggu beberapa menit, kuisioner kami telah selesai diisi. Lalu kami membagikan reward yang berupa stabilo sebagai tanda terima kasih. Setelah itu kami melakukan dokumentasi yang berupa foto.
Selesai dokumentasi kami mengucapkan terima kasih kepada para tentor dan meninggakan ruangan tentor. Kami menuju ke ruangan kantor untuk mengucapkan terima kasih dan pamit. Kami beranjak dari BT/BS BIMA sekitar pukul 15.00 WIB. Setelah itu kami menganalisis data dan mendesain poster.


BAB III
PELAPORAN dan EVALUASI
2.1   Laporan
Data yang kami dapatkan dari kuisioner
Friday, June 8 0 Comments

SIMULASI PEDAGOGI dan ANDRAGOGI

Anggota Kelompok:
1. Pangeran John P (08-087)
2.Icfadila Hanisa Lbs (11-022)
3.Haifa Chairunisa (11-050)
4.Atika M Nataya Nst (11-086)

SIMULASI PEDAGOGI

Setting : di kelas, antara guru bahasa inggris dan murid
Pemeran : Icfadila (Guru bahasa inggris) dan Nataya (Murid)
Cerita : Ibu guru menjelaskan tentang pelajaran dan murid mendengarkan

Ic      : Pagi, Thaya. Hari ini kita membahas Present Tense yaa.
Taya : Iya, Bu.
Ic      : Buka halaman 30 ya.
Taya : Iya, Bu.
Ic      : Jadi, present tense itu digunakan untuk menunjukkan kegiatan yang dilakukan sekarang atau menjadi kebiasaan. Mengerti, Taya?
Taya : Mengerti, Bu…..

SIMULASI ANDRAGOGI

Setting : di kampus, tiga mahasiswi saling bertukar pendapat tentang suatu studi kasus
Pemeran : Icfadila, Haifa, Nataya (Mahasiswi)
Cerita : 3 mahasiswi sedang berdiskusi tentang suatu kasus secara santai

Haifa   : Wee, semalam, kan, aku nonton video Nanny di youtube. Jadi ceritanya anaknya itu udah umur 9 tahun, berarti udah sekolah, kan. Cuma dia masih tempertantrum loh. Menurut kalian cemana itu?
Taya    : Iya juga, seharusnya emosi dia udah harus disesuaikan dengan lingkungannya.
Ic         : Aku pernah baca. Katanya, memangn kalau umur sekolah itu anak sudah tahu kalau perilaku marah-marah itu sama kayak anak bayi, tapi asal kalian tau, ternyata itu nggak berlaku dirumah loh.
Taya    : Ah masa?? Apa bisa perilaku mereka berbeda di rumah dan di sekolah ?
Haifa   : Eh tapi mungkin juga, Taya. Kan banyak tuh kejadian anak-anak yang beda di sekolah sama di rumah. Oh ternyata begitu yaa.


Dari kedua simulasi dia tas, dapat ditarik kesimpulan perbedaan di antara pedagogi dan andragogi adalah :
-          Pedagogi menekankan pada tanggung jawab guru atas muridnya secara penuh. Murid hanya sebagai pelajar pasif yang mendengarkan dan memahami apa yang diinstruksikan gurunya. Resiko pedagogi adalah ketika yang disampaikan guru salah dan murid tetap mencernanya secara keseluruhan.
-          Andragogi menekankan pada interaksi antara guru dan murid, dimana murid berperan sebagai sumber ajar dimana guru dan murid sama-sama saling belajar dan mengevaluasi hasil kerja mereka. Selain itu, orientasi andragogi adalah kehidupan. Orang dewasa akan lebih senang jika apa yang mereka pelajari memiliki relevansi langsung dengan kehidupan, seperti model studi kasus.

 
;